Menu Navigasi
· Beranda
ORGANIK HIJAU
· Organik Hijau
· Program
· Inovasi
· SQ dan EQ
· Petani Penggagas
INOVASI BUDIDAYA
· SIBUPA
· Bibit
· Pupuk Alami
· Pengendali Hayati
· Stress Tanaman
INFORMASI
· Artikel
· Kategori Berita
· Kontak
Artikel Terbaru
Belum tersedia artikel
Masuk
Nama Anggota

Kata Sandi



Bukan anggota kami?
Klik disini untuk register.

Lupa Kata Sandi saya?
meminta sandi disini.
Bibit atau Benih Organik

APA ITU TRANSGENIK?

Bioteknologi : penggunaan tanaman, hewan, ataupun mikroba, baik secara keseluruhan maupun sebagian, untuk membuat atau memodifikasi suatu produk mahluk hidup ataupun merubah spesies mahluk hidup yang sudah ada.

Rekayasa Genetik : Proses bioteknologi modern dimana sifat-sifat dari suatu mahluk hidup dirubah dengan cara memindahkan gen-gen dari satu spesies mahluk hidup ke spesies yang lain, ataupun memodifikasi gen-gen dalam satu spesies.

PRINSIP DASAR TANAMAN TRANSGENIK DIBUAT

Tanaman transgenik dibuat dengan menggunakan tehnik biologi molekuler yang memungkinkan peneliti untuk mengindentifikasi gen-gen tertentu, membuat duplikatnya, kemudian menyisipkan duplikat gen tersebut ke tanaman penerima dengan menggunakan alat (yang paling umum dipakai adalah bakteri tanah, disebut Agrobacterium) Ketika sel tanaman penerima membelah diri, DNA baru dari tanaman asal (yang dibawa oleh Agrobacterium) tergandakan & terpindahkan ke dalam sel baru tersebut. Keberadaan gen baru ini akan mempengaruhi keturunandari tanaman tersebut, baik dari segi sifatnya bahkan penampilannya. Ada pula metode lain yang digunakan, seperti Pistol Gen atau metode Bombardir.

RESIKO DAN DAMPAK TRANSGENIK INI BAGI KITA !

Transgenik dan Pertanian :

  • Hasil panen lebih rendah
  • Biaya produksi lebih tinggi
  • Peningkatan penggunaan bahan kimia di pertanian
  • Kontrak paten, membayar yg tidak terlihat oleh petani
  • Hilangnya varietas lokal, dimulai dengan langkanya bibit-bibit asli tanaman
  • Memicu pertanian monokultur yang tidak berkelanjutan, petani selalu membeli bibit
  • Keseimbangan ekologi terganggu, munculnya hama baru, hama menjadi kebal, dll

Transgenik dan Lingkungan :

  • Polusi Genetika
  • Kerusakan pada sistem keseimbangan ekologi tanah
  • Gulma, hama, dan virus super yang lebih berbahaya bagi tanaman
  • Berdampak langsung kepada hewan dan tanaman yang tidak mengganggu
  • Hilangnya keanekaragaman hayati
  • Dampak negatip pada ekologi hutan yang ditanami tanaman transgenik

Transgenik dan Konsumen :

  • Keracunan makanan transgenik baik seketika atau berangsur dalam tahunan (di India terjadi 400 lebih domba mati dalam semalam akibat memakan pucuk muda tanaman kapas transgenik percobaan dengan kondisi kerusakan pada peristaltik usus pencernaannya)
  • Meningkatnya resiko kanker
  • Dampak alergi pada makanan
  • Rusaknya kandungan gizi dan kualitas tanaman
  • Kekebalan bibit penyakit terhadap antibiotika
  • Meningkatnya kandungan residu pestisida/racun dalam makanan

Transgenik dan Ekonomi

  • Diperkirakan berbahaya, beberapa negara telah mengatur dan menolak produk transgenik bahkan menutup rapat pasar ekspor transgenik
  • Produk bebas transgenik mendapat harga yang lebih baik di pasar internasional
  • Perusahan Transgenik memonopoli sistem produksi pangan, juga berstrategi mengarahkan dunia dengan alasan kelaparan, kemanusiaan, dll untuk kepentingan ekonominya
  • Perubahan pasar internasional

BAGAIMANA MEREKA DATANG ?

Ketika berbicara dengan lembaga hukum, perusahaan trasgenik mengatakan bahwa tanaman transgenik ini dasarnya sama dengan aslinya, Jagung transgenik wujudnya, pertumbuhannya, dan rasanya sama saja dengan tanaman jagung biasa, sehingga harusdiperlakukan sama dengan tanaman jagung biasa. Dengan mengatakan tanaman transgenik sama dengan aslinya mereka mengeruk keuntungan dengan cara menghemat biaya karena tidak perlu melakukan pengujian kesehatan dan keamanan terhadap manusia dan lingkungan seperti seharusnya dilakukan. Dengan demikian produk transgenik ini dapat lebih cepat dipasarkan dan masa berlaku patennya menjadi lebih lama karena tak perlu membuang waktu untuk pengujian.

Ketika berbicara dengan lembaga hak cipta/ paten,perusahaan transgenik berkata bahwa tanaman ini dulunya hanyalah "angan-angan" belaka dan sekarang telah ada, sehingga tanaman ini layak untuk dipatenkan. Dengan demikian perusahaan dapat meningkatkan harga pada para petani atas benih tersebut karena perusahaan lain tak dapat menciptakan benih yang sama.Dengan mengatakan tanaman trasgenik adalah ciptaan baru yang berbeda mereka mendapat keuntungan dengan cara menjual benih transgeniknya dipasaran dengan harga yanglebih tinggi, karena benih transgenik memiliki sifat yang khas berbeda, Adanya hak paten memungkinkan perusahaan untuk memonopoli penjualan benih dari jenis yang telah dipatenkan selama masa waktu 20 tahun, termasuk masa penelitian benih tersebut.

Dengan strategi sikap mendua ini sekelompok perusahaan transgenik dapat mengeruk keuntungan luar biasa besar, sementara masyarakat banyak serta petani dirugikan. Karena benih transgenik tidak diuji dengan baik, konsumen tidak memperoleh kepastian bila makanan dari tanaman transgenik yang mereka makan itu aman untuk dikonsumsi. Petani menderita kerugian karena harus membeli benih yang dipatenkan dengan harga yang lebih mahal, dimanabenih tersebut juga tidak diuji secara memadai di lapangan, sehingga beresiko menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dimana petani tinggal dan bercocok tanam dalam jangka waktu lama.

Dengan memeliki hak paten perusahaan ini dapat mengontrol sistem pertanian global. Mereka menaikkan harga benih mereka, meningkatkanpenjualan dengan cara menjual paket pertanian kepada petani, yaitu: benih, pupuk, dan pestisida.Mereka juga menentukan kepada siapa hasil panen harus dijual. Mereka bahkan dapat menuntut anda ke pengadilan jika benih paten mereka sampai tumbuh di lahan anda! (dalam kasus ini anda tidak membeli bibit mereka tetapi areal lahan anda terkontaminasi serbuk sari dari tanaman tetangga anda)

BEBERAPA PERUSAHAAN RAKSASA TRANSGENIK

  1. SYNGENTA (Swiss, Bassel)
  2. MONSANTO (Amerika Serikat, St Lois, Missouri)
  3. DuPont (Amerika Serikat, Wilmington, Virginia)
  4. Bayer (Leverkusen, Jerman)
  5. BASF (Ludwigshafen, Jerman)
  6. Dow Chemical Co (Amerika Serikat,Midland, Michigan)

=========================================================

MARI MULAI MENYIMPAN DAN MEMBUAT BENIH SENDIRI

Penyerbukan

Penyerbukan terjadi ketika serbuk sari dari benang sari jatuh di kepala putik bunga. Sekali bunga mengalami penyerbukan dia akan memulai proses pembentukan benih. Ada bermacam-macam cara penyerbukan, tergantung dari jenis tanaman.

  • Penyerbukan Sendiri : Pada bunga yang memiliki baik serbuk sari maupun kepala putik dalam satu bunga, jenis tersebut dapat melakukan penyerbukan sendiri.
  • Penyerbukan oleh Serangga : Untuk beberapa jenis, misalnya labu, serangga atau burung membawa serbuk sari dari satu bunga ke bunga yang lainnya.
  • Penyerbukan oleh Angin : beberapa spesies seperti jagung, dibantu oleh angin untuk menyebarkan serbuk sari mereka ke bunga-bunga yang lain.
  • Penyerbukan Silang : Adalah penyerbukan antara dua jenis tanaman yang berlainan.

Merawat tanaman

Agar dapat melestarikan suatu jenis tertentu, penting untuk menghindarkan bunga ini terhadap penyerbukan dari jenis-jenis lain. Ada beberapa cara untuk melakukan hal ini. Tanamlah jenis-jenis yang berlainan masing-masing berjarak cukup jauh bagi serbuk sari untuk pindah dari satu jenis ke jenis lainnya. Jarak yang diperlukan tergantung pada bagaimana cara serbuk itu menyebarkan diri dan hambatan yang dihadapinya.

  • Pengkandangan, Tanaman yang penyerbukannya dilakukan oleh serangga, dikandangkan secara bergantian agar serangga hanya dapat melakukan penyerbukan pada satu varietas.
  • Pembungkusan, Bunga yang dapat melakukan penyerbukan sendiri dibungkus dengan tas kertas atau jaring tipis untuk menghindari serangga atau serbuk sari dari bunga lainnya.
  • Pengisolasian, Tanam sebaris tanaman yang tinggi diantara dua jenis tanaman. Ini dilakukan untuk mencegah pertukaran serbuk sari di antara mereka.
  • Penyerbukan Manusia, Potong kepala benang sari dari bunga jantan dan taburkan pada kepala putik bunga betina. Untuk menghindari serangga atau serbuk sari dari bunga lainnya.

Pengumpulan Benih

Kumpulkan benih atau biji dari tanaman terbaik, waktu terbaik untuk melakukan ini adalah pagi hari

  • Benih basah, Petik buah setelah benar-benar matang (melewati keadaan enak dimakan). Keluarkan biji dari buah dan tebarkan di atas lembaran pengering. Siram dengan air untuk membersihkannya.Rendam dalam air selama 24 jam hingga terjadi fermentasi.Setelah itu tiriskan dan dikeringkan.
  • Benih kering, Pilih biji yang besar-besar (seperti pada kacang-kacangan) dengan tangan. Untuk biji-biji kecil seperti pada bawang, masukan tempat biji kedalam tas kecil lalu hancurkan, sehingga biji terpisah dari tempatnya dan diayak ( atau kuliti dan pisahkan kulit dari biji). Kemudian gantung tas tersebut di bawah atap hingga kering. Jangan lupa hindarkan dari pemangsa biji

Pengeringan

Tebarkan benih di atas kain atau kertas. Diangin-anginkan selama satu hari, baru kemudian dipindahkan ketempat yang terkena sinar matahari langsung. Penutupan dengan kain kasa (yang tidak terlalu rapat), membantu menghindari benih dari tiupan angin dan pemangsa! Tanaman seperti bawang dapat digantung dalam tas kertas dibawah atap.

Pengujian Pengeringan

Biji-biji besar seperti kacang-kacangan atau jagung membutuhkan waktu 2 minggu untuk mencapai kekeringan sempurna. Cara menguji, coba gigit satu biji, jika gigi anda meninggalkan bekas berarti biji tersebut belum kering benar. Biji menengah seperti labu atau cabe membutuhkan 1 minggu untuk menjadi kering. Biji kering akan terbuka jika ditekuk.Biji kecil seperti terung dan selada membutuhkan 2-3 hari.Perlu ketelitian yang tinggi untuk mengeringkan biji dengan sempurna. Kelembaban sangat mempengaruhi panjang-pendek umur benih yang akan disimpan. Peringatan penting ! Beberapa biji-biji asli tropis tidak boleh dikeringkan dan harus ditanam segera.

Pengujian Kecambah

Coba 1 jenis benih dari setiap 10 panenan, tapi tidak lebih dari 500. Catat setiap biji yang berkecambah kemudian bagi dengan jumlah biji yang dicoba, untuk mendapatkan presentase perkecambahan. ( misalnya 75 yang berkecambah dari 100 benih yg dicoba, maka 75/100 = 0.75 = 75%). Jangan lupa untuk penempelan labelnya.untuk pengujian ini dapat dilakukan dengan metoda sederhana

  • Pengujian Penyemaian (untuk biji kecil), Gunakan kompos terbaik sebagai media.Tanah dapat dicampur dengan kompos, setelah diseteril dengan cara merebus dalam air mendidih
  • Pengujian Mangkok (untuk biji besar), Rendam biji dalam air di mangkok/wadah selama semalam, kemudian pisahkan dan tiriskan, Bungkus biji dengan kertas tissue/lainnya lalu tetesi dengan air hingga basah, jaga kelembaban tiap hari, untuk hasil terbaik dapat dalam kantong plastik yg berfungsi meningkatkan suhu (sekitar 25-30 derajat celcius)

Perlakuan Benih

Untuk tumbuh dan berkecambah benih membutuhkan dan menyerap air,terkadang lapisan yang menyelubungi benih menjadi kendala dalam perkecambahannya dan ini menyebabkan benih lambat berkecambah bahkan gagal dalam perkecambahannya. Selain itu faktor iklim turut berperan dan berpengaruh juga, problem selubung/kulit biji ini dipecahkan dengan teknik perlakuan benih seperti dibawah ini :

  • A : Air Panas, Air panas dialirkan kedalam benih sampai terrendam dengan volemunya sekitar 5 kali volume benih, aduk-aduk terus selama 2-5 menit, Perhatikan untuk tidak merendam benih terlalu lama ini dapat menyebabkan benih menjadi mati. Setelah 2-5 menit tiriskan dan ganti dengan air dingin rendam selama 12 jam
  • B : Asam, Lapisi benih dengan asam sulfur selama 10-60 menit sampai lapisan kulit biji berubah, Perhatikan untuk tidak terlalu lama, asam ini dapat menyebabkan benih menjadi mati. Ambil benih dan bilas 10 menit dengan air mengalir, kemudian rendam benih dengan air dingin selama 12 jam
  • C : Torehan, potong kecil,atau kikis/gerus lapisan benih sedikit pada bagian micropyle (bakal keluar tunas) dengan pisau tajam, rendam 12 jam dengan air dingin
  • D : Air Dingin, rendam benih dengan air dingin 6-48 jam tergantung jenis benih
  • E : Tanpa Perlakuan

Menyimpan Benih untuk Kondisi Tropis

Iklim tropis menyebabkan pembusukan benih lebih cepat, namun jika disimpan dengan benar akan bertahan hingga 2 – 10 tahun.

  • Bungkus biji dengan kantong kertas.Taruh di dalam tempat yang kedap udara (toples),2 cm lapisan debu kayu kering akan membantu menjaga kelembaban didalam toples.Tambahkan serbuk intaran,pala untuk menghindari serangga.Tempelkan label dengan jelas.

Menjadi Bank Benih dan Saling Berbagi

Semakin banyak jenis benih yang ada dalam bank benih anda, akan semakin baik. Bekerja bersama-sama dengan teman dan tetangga adalah jalan terbaik untuk meningkatkan jumlah kegiatan dan Bank benih masyarakat akan menghubungkan serta meningkatkan pengetahuan, informasi dan ketahanan petani lokal. Sekali kita memulai bank benih, kita akan terhubung secara nasional maupun dunia dengan jaringan penyelamatan benih global! Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengadakan pertemuan, bergabung dengan komunitas petani organik dan membuat beberapa keputusan dasar, selain itu dapat berbagi metoda. Satu hal untuk penting diwaspadai adalah ancaman industri benih komersial di indonesia dengan pengaduan penjualan benih illegal tanpa sertifikat kepada petani penangkar benih akibat dampak kerugian bagi kepentingan komersial perusahaan ini, dengan saling berbagi diantara sesama anggota komunitas dengan prinsip meminjam benih (tidak menjual, ini penting untuk menghindari implikasi hukum dan kepentingan industri benih komersial) dan saling melakukan penyimpanan Bank Benih maka ancaman ini dapat diantisipasi dengan landasan kuat berbudidaya kembali ke alam (Pertanian organik)

=========================================================

CARA MEMBUAT BENIH PADI UNGGUL

Perlakuan pasca panen

  • Pemanenan dilakukan setelah padi menguning 85-90 %.
  • Lakukan pemanenan secara khusus dan jangan sampai tercampur dengan padi yang lain.
  • Lakukan segera penjemuran dengan alas kepang, tikar dan jangan di lantai jemur, pada pagi hari pukul 7.30 hingga 10.00 WIB serta sore hari pukul 14.30 hingga 16.30 WIB, sampai kering dengan kadar air 14-12 %.
  • Lakukan stagnasi selama 7 - 15 hari sebelum direndam.

Perlakuan Perendaman

  • Ambil benih secukupnya sesuai dengan luas lahan.
  • Siapkan air garam/air abu yang dalam kondisi telur ayam kampung terapung separohnya.
  • Masukan benih ke dalam air tersebut dan akan terlihat benih menjadi 3 bagian.
  • Bagian I adalah yang ada di dasar, dengan daya tumbuh 90-95 %,
  • Bagian II adalah yang melayang, dengan daya tumbuh 85-90 %, Bagian III adalah yang terapung dengan daya tumbuh 0-85 %.
  • Pisahkan bagian III (yang terapung) dan bisa dijemur lagi untuk dikonsumsi.
  • Ambil bagian I dan II lalu dibilas dengan air tawar sampai bersih dan rendam selama 24 jam dengan air bersih, lalu ditiriskan dan kita peram selama 24 jam, maka benih siap untuk ditebar.

     

278,950 unique visits theme rumput Oleh Ki Jantara