Menu Navigasi
· Beranda
ORGANIK HIJAU
· Organik Hijau
· Program
· Inovasi
· SQ dan EQ
· Petani Penggagas
INOVASI BUDIDAYA
· SIBUPA
· Bibit
· Pupuk Alami
· Pengendali Hayati
· Stress Tanaman
INFORMASI
· Artikel
· Kategori Berita
· Kontak
Artikel Terbaru
Belum tersedia artikel
Masuk
Nama Anggota

Kata Sandi



Bukan anggota kami?
Klik disini untuk register.

Lupa Kata Sandi saya?
meminta sandi disini.
SIBUPA (Sistem Budidaya Padi Alami)

Sistem Budidaya Padi Alami (SIBUPA)

Sistem budidaya ini dikembangkan menggali pola budidaya leluhur asli bangsa ini juga berdasarkan masukkan sepuh-sepuh petani kita dari berbagai tempat di pulau jawa ini (Jabar,Jateng,Jatim), menggabungkan teknologi budidaya yang dikembangkan oleh komunitas organik hijau dan terus melakukan penyempurnaan mulai dari benih, metoda budidaya, pengendalian serangga dan penyakit, panen, lumbung dan lain sebagainya dengan memanfaatkan semaksimal mungkin potensi disekitar lahan budidaya. Menggunakan materi organik non kimiawi/racun yang sangat berbahaya bagi keseimbangan ekologi dan petani, hasil metoda ini berhasil memangkas saprodi (sarana produksi) diatas 50%, dan meningkatkan kuantitas berikut kualitas padi 20% - 70%. Selain itu metoda ini juga dapat diterapkan untuk palawija, perkebunan, konservasi tanah, rehabilitasi hutan dan sebagainya dengan beberapa perubahan tahapan.

Sistem ini Mengikuti

  • Menggunakan bibit sebaiknya padi murni lokal dan sedapatnya hindari hibrida atau transgenik lainnya
  • Metoda Penguatan Benih dan semai Padi
  • Ionisasi Lahan, merubah susunan kolloid tanah dilahan lebih bermuatan negatip, 20%-40% menghemat pupuk (dahulu leluhur kita berdoa sebelum tanam)
  • Lahan budidaya di sterilisasi/pembersihan untuk menekan perkembangan unsur-unsur mikroba patogen (vibrasi)
  • Pemberian mikroba menguntungkan (N,P,K,ZPT,dll)
  • Pengendalian serangga dan penyakit dengan mikroba dan nabati
  • Pemupukkan kompos padat organik
  • Pemupukkan daun dengan alat penggetar daun untuk meningkatkan penyerapan hara

1. METODA SIBUPA, Metoda Asli pengembangan sendiri Organik Hijau dari Leluhur Jawa

Tanah Rusak Parah, pemupukkan kimiawi berlebihan

SIBUPA adalah teknik budidaya padi yang berasal dari leluhur bangsa kita (pada pulau jawa), teknik ini mengkombinasikan teknologi budidaya terkini yang terus dikembangkan komunitas Organik Hijau dan menyederhanakannya, selain teknik budidaya, SQ dan EQ, Benih asli didaerah, penanaman tanaman pengendali hama, pola pasca produksi, pasca panen, dst. Demplot sudah dilakukan di Lumajang Jatim sejak 3 tahun terakhir sampai sekarang Oleh Komunitas Organik Hijau (OH) disana.

PEMILIHAN DAN PEMILAHAN BENIH

Persiapkan wadah atau bejana kemudian isi dengan air dan masukkan garam sambil diaduk. Komposisi kadar garam dianggap cukup apabila telur mentah telah mengapung ke permukaan air

  • Bejana dan air
  • Garam
  • Telur Mentah
  • Benih Padi

PENYEMAIAN BENIH (Teknik Starter Benih)

Teknik Dengan Media
Transplantasi/penyemaian bibit muda pada wadah-wadah tertutup , usia semai 7-10 hari, sebaiknya tidak melebihi 12 hari untuk jenis padi 3 bulan.

Teknik Tanpa Media
Transplantasi/penyemaian benih pada wadah tertutup , usia semai 4-9 hari, Benih siap ditebarkan ke lahan dengan teknik tertentu.

PENGELOLAAN LAHAN

  • Pengelolaan Lahan sebelumnya lahan disterilisasi dengan alat Pembersih dari Unsur Patogen, penting untuk melakukan perlakuan ini pada kondisi lahan basah, fungsinya untuk melemahkan mikroba (virus, penyakit,bakteri) yang merugikan pada budidaya padi di lahan sawah.
  • Penggunaan pupuk ion dapat dilakukan disini dengan cara menempatkan alat pupuk ion sesuai dengan lokasinya (alat dibuat sendiri oleh komunitas)
  • Setelah itu dilakukan pemberian MPL (Media Penyubur Lahan) yang dibuat dari kapsul mikroba kesuburan tanah, menumbuhkan mikroba menguntungkan sehingga kemampuan tumbuh dan kualitas padi dapat meningkat.
  • Penggunaan alat perangsang pertumbuhan akar dapat dilakukan disini dan seterusnya
  • Menanam padi, dengan bibit tunggal (Tanam satu), dalam jarak tanam yang cukup lebar (30-40 Cm), sehingga mengurangi kompetisi tanaman dalam serumpun maupun antar rumpun.

  • Kondisi lahan lembab usahakan tidak tergenang atau istilah di Lumajang Jatim “macak-macak”

Teknik Tanam Ajartan (umur 7 – 10 hari),pada semai benih dengan media, photo ini bibit tunggal jarak tanam 40 Cm

  • Tanam Ajartan (akar sejajar permukaan tanah),akar tidak dalam, padi bukan tanaman air dan akar akan tumbuh dengan subur dan kuat sehingga dapat menyerap nutrisi dengan lebih banyak sekaligus mendorong pertumbuhan anakan lebih optimal (di Lumajang dengan metoda ini didapat pertumbuhan anakan diatas 82 anakan dalam kurang dua bulan)

PENGENDALIAN HAMA

  • Pengendalian hama dengan menggunakan jebakan/perangkap mengandung atrktan berfungsi untuk menjebak hama ini dilakukan untuk mengendalikan pada usia awal tanam 0 – 10, 11 – 25. Selanjutnya dapat ditanam jagung atau tegetas disekitar lahan
  • Penyemprotan pertama pada usia tanam 15 hari dengan pengendali hama nabati atau fungi dan selanjutnya setiap 1 minggu atau 2 minggu (Pengendali Fungi merupakan spora fungi aktif yang menyerang protein pada serangga dan merupakan pengembangan teknologi organik hijau)
  • Penyemprotan dengan pengendali hama nabati yang dibuat sendiri oleh komunitas
  • Membuat caren/galengan air untuk pengendalian keong mas
  • Pada caren/galengen air ditanam rumput mendong, rumput ini lebih disukai oleh kupu grayak/sundep untuk bertelur ketimbang tanaman padi, sehingga padi menjadi aman
  • Hama tikus dikendalikan dengan menanam rumput vetiver digalengan, atau memberikan abon kelapa/sangon yang dicampur bubuk semen, atau tikus dilabur gula kemudian dilepas

PEMUPUKAN

  • Menyediakan nutrisi Kompos Super yang dibuat sendiri oleh komunitas, dengan komposisi 100-250 kg/hektar untuk keperluan tumbuh atau dengan pembuatan kompos biasa dengan perbandingan 1,5-2 ton untuk setiap hektar
  • Pemberian Nutrisi Daun dengan Pupuk Daun, berikut tonggeret, prinsip kerja alat ini adalah menggunakan gelombang sonic untuk merangsang stomata daun padi sehingga hasil produksi bulir dapat meningkat drastis,dilakukan selang 10 hari sekali

PERLAKUAN BENIH SEMAI

  • Benih terbaik dikuatkan dahulu selama 30 menit sebelum semai dengan Alat penguat benih padi atau metoda penguat benih.
  • Selanjutnya benih direndam dengan larutan nutrisi (10 menit) mengandung inokulasi mikroba phosphat dan rhizobium
  • Benih disemai pada ruangan gelap dengan dilakukan perlakuan Alat Perangsang Tumbuh perkecambahan.
    Benih disemai (hari 2 – 10)

PERLAKUAN PEMUPUKAN DAUN + Tonggeret

  • Pemupukan pertama (hari 15 HST)
  • Pemupukan kedua, tanaman setinggi 15 cm (hari 20 – 27 HST)
  • Pemupukan ketiga (hari 30 – 37 HST)
  • Pemupukan keempat (hari 40 – 47 HST)

2. METODA SIBUPA, Metoda dengan TOT (Tanpa Olah Tanah)

Teknik ini persis sama yang membedakannya adalah pada pengolahan tanah, setelah panen sisa jerami padi direbahkan dan direndam air dengan kondisi macek-macek, selanjutnya dilakukan pemberian mikroba dekomposer dan jerami sisa panen dibenamkan, tambahkan gerusan keong/tutut yang direndam air, alat pupuk ion tetap terpasang. Lakukan penyemaian benih dengan teknik tanpa media selanjutnya lakukan teknik Tabela (tanam benih langsung, dari benih semai tanpa media)

3. METODA SIBUPA, Metoda dengan Singgang

Teknik ini dapat diterapkan apabila kualitas akar seperti dibawah ini :

Setelah itu dengan teknik pemangkasan tertentu saat panen, tanaman padi dibiarkan. Bonggol padi direbahkan miring sekitar 45 derajat setelah sebelumnya pada pengelolaan lahan dilakukan pemberian mikroba dekomposer dan jerami sisa panen dibenamkan, tambahkan gerusan keong/tutut yang direndam air, alat pupuk ion tetap terpasang. Dengan teknik ini dapat dilakukan 1 kali tanam benih dan beberapa kali panen (beberapa anggota komunitas dapat melakukan 3 kali panen berturut-turut dengan 1 kali penanaman benih dan tanpa olah tanah.

4. METODA SIBUPA, Metoda Jejer Legowo

Teknik jajar padi juga tumpangsari tanaman padi huma atau sawah yang dikembangkan oleh komunitas Organik Hijau

5. METODA SIBUPA, Metoda Padi Huma

Teknik ini dilakukan untuk lahan tadah hujan atau areal tanah jenis aluvial dengan modifikasi dan perbaikan yang dikembangkan oleh komunitas Organik Hijau

 



Jarak Tanam 35 - 40 Cm
Tanam Maju (Taju)
Tanam Benih Tunggal
Tanam Ajartan (akar sejajar permukaan tanah)
Kiambang tidak dibuang
Benih Lokal padi 3 bulan
Akar optimal dan sehat
Hasil maksimal Organik
Bebas residu kimiawi
602,021 unique visits theme rumput Oleh Ki Jantara